Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label News N History

Nikmatnya Minum Kopi Organik di Kaki Gunung Semeru

Kopi bukan minuman yang aneh bagi masyarakat Indonesia. Hampir semua penduduk Indonesia mengkonsumsi minuman berbubuk hitam ini. Ingin menikmati dengan suasana yang berbeda dengan keromantisan alam. Tidak salahnya mampir ke Dusun Pusungkejen. Dusun ini berada di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang yang berada di sebelah timur Puncak Gunung Semeru. Wilayah Pusungkejen berbatasan langsung dengan kawasan hutan milik Perhutani, areal ini menawarkan keindahan alam sekaligus nuansa bersahaja penduduknya yang ramah. Pagi adalah waktu terindah dan paling nikmat untuk minum kopi apalagi ketika matahari mengintip dari balik pepohonan dengan sinarnya yang menyehatkan. Angin semilir menyejukkan dan menjadi semacam terapi jiwa bagi kita yang setiap saat berkutat dengan rutinitas kerja yang sama. Tapi jangan bermimpi kita minum di sebuah warung kopi atau kafe. Kita meminum kopi di gubuk-gubuk milik warga yang ada di tengah perkebunan. Masyarakat setempat menyebutnya ‘...

Foto Bayi Di Lumajang Telinganya Berlafadzkan ALLAH

Foto Bayi Lumajang Telinganya Lafaz Allah. Seorang bayi berusia 18 hari membuat gempar warga Lumajang, Jawa Timur. Pasalnya, bayi berjenis kelamin laki-laki ini mempunyai keanehan pada telinga kanannya. Daun telinga itu berbentuk lafaz Allah seperti dalam agama islam. Bayi yang diberi nama Ahmad Adha Reno Pujiantono itu merupakan anak pertama pasangan, Risma Pujiantono (24), PHL (Pegawai Harian Lapangan) yang bertugas di Satuan Reskrim Polres Lumajang dengan Novitasari Marsudi (24), warga Dusun Laban, Desa Labruk Lor, Kecamatan Kota Lumajang. “Putra pertama saya dilahirkan pukul 08.15 WIB, Selasa 16 November 2010 lalu. Tepatnya, saat malam Idul Adha. Makanya, ia saya namakan Ahmad Ahda,” kata Risma Pujiantono ketika ditemui di rumahnya, Jumat (3/12/2010) pagi. Awalnya jelas Risma, guratan bagian gambar foto dinding telinga bayinya yang berbentuk Lafaz Allah itu tidak terbaca sedikit pun. “Saya juga tidak menyadari kalau telinga bayi saya memang ada tulisan lafaz Allah,”...

Inilah Foto Penggemar Bola yang "Nyeleneh"

Ini adalah bukti bahwa pelecehan itu bisa terjadi pada siapapun dan dimanapun juga. Foto ini adalah kenyataan yang mengenaskan bagi wanita. Buat para cewek- cewek…hati2… jangan salah sangka…semua cowok normal suka payudara. Tapi gak semua bisa nahan diri untuk meng’amin’i ajakanmu untuk memperhatikan tanpa menjamah. (www.beritaunik.com)

Legenda Puncak Abadi Para Dewa di Pulau Jawa

Mahameru - Legenda Puncak Abadi Para Dewa yang Tersisa Menurut cerita dan kepercayaan orang jawa pada abad ke-15, dan di tulis pada kitab kuno Tantu Pagelaran. Pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang ambing dan senantiasa beguncang. Para Dewa memutuskan untuk menaklukkan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa. Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman. Dewa-dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau Jawa bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur Pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di P...

Pendidikan Era Kejayaan Islam (Islam Golden Age)

Pendidikan Era Kejayaan Islam (Islam Golden Age). Seri tulisan pendidikan islam untuk anak muslim. Oleh : A. Fatih Syuhud Ditulis oleh Buletin Al-Khoirot Ponpes Alkhoirot Karangsuko, Malang Masa kejayaan atau masa keemasan pendidikan islam terjadi pada paruh akhir abad ke-8 sampai paruh abad ke 13 masehi (kecuali era Hulagu, Cucu Jengis Khan). Selama periode ini, seniman, insinyur, sarjana, penyair, filsuf, ahli geografi dan pebisnis di dunia Islam sama-sama berkontribusi pada perkembangan agrikultura, seni, perekonomian, industri, hukum, sastra, navigasi, filosofi, sains, sosiologi, dan teknologi dengan cara memelihara tradisi sebelumnya dan dengan menambah invensi dan inovasi mereka sendiri. Apa saja kontribusi keilmuan umat islam di era ini tidak akan dielaborasi di sisni. saya akan sedikit menggaris bawahi bagaimana situasi dan kondisi sosial, politik dan kejiwaan umat islam saat itu sehingga timbul semangat (spirit) yang tinggi dari mayoritas umat terhadap ilmu pengetahuan s...